Selasa, 07 Juli 2009

theे wonosari

midon


THE friends

Rabu, 17 Juni 2009

Upload File dengan PHP

Mengirimkan file ke server adalah hal yang mudah bila dilakukan dengan menggunakan
FTP client software, dan hal tersebutlah yang biasa kita lakukan.

Kali ini kita akan mencoba melakukannya dengan PHP. Artikel ini bisa digunakan
bagi Anda yang berkeinginan untuk membuat semacam file sharing atau photo gallery
dan lain-lain.


Yang harus kita siapkan adalah sebagai berikut :


1. Apache server terinstall dengan baik.


2. PHP terinstall dengan baik.


3. Pengetahuan Anda tentang PHP


4. Pengetahuan Anda tentang CHMOD



Persiapan


Buatlah satu direktori pada server Anda dengan nama 'files', lalu buatlah permition
direktori tersebut menjadi 777 dengan cara melakukan perintah chmod 777 files.
Setelah selesai, marilah kita mulai membuat script php yang akan kita gunakan
untuk meng-upload file.



Kode baris per baris.


$jumlahfile = 2;


Variable ini akan menentukan berapa jumlah form file yang akan di tampilkan
pada saat user Anda mulai melakukan aktifitas upload.



$file_dir = dirname(__FILE__)."/files/";


Variable ini mendefinisikan dimanakah letak file-file yang akan di upload.
Digunakan dua fungsi pada baris ini, yaitu dirname(string) berguna untuk mengetahui
lokasi asli atau original path dari string. Berikutnya adalah sebuah predefined
variable yaitu __FILE__ yang dimasukkan sebagai string untuk fungsi dirname.
Variable tersebut menunjukkan ke arah script PHP yang sedang kita buat sekarang,
kemudian ditambahkan dengan sub direktori bernama files.



if ($_POST) {


Sebuah kondisi yang melihat apakan user sudah menekan tombol submit atau menekan
enter, jika sudah makan fungsi-fungsi berikutnya akan dijalankan. Bila belum
maka fungsi-fungsi setelah tanda } akan dijalankan.



for ($i=0;$i<$jumlahfoto;$i++) {


Perintah di atas akan membuat script untuk melakukan perulangan dari fungsi
dan perintah didalamnya sebanyak n yang telah ditentukan pada variable $jumlahfile.



if (trim($_FILES['by']['name'][$i])!="") {


Kondisi ini akan melihat apakah form yang sudah di submit oleh user mengandung
file yang sudah diseleksi sebelumnya atau belum, jika sudah maka fungsi dan
perintah di dalam kondisi ini akan dijalankan.



$newfile = $file_dir.$_FILES['by']['name'][$i];


Sekali lagi kita mendefinisikan sebuah variable bernama $newfile, yang tujuannya
adalah membuat nama file yang akan di upload itu sesuai dengan nama aslinya
sekaligus juga dengan direktori tempat file tersebut akan diletakkan.



move_uploaded_file($_FILES['by']['tmp_name'][$i], $newfile);


Perintah di atas akan membuat file-file yang sudah di upload ke direktori sementara
pada server dipindahkan ke tempat dimana sudah kita sediakan dengan variable
$newfile di atas.



print "

";


for($i=0;$i<$ jumlahfile;$i++) {


print "
";


}


print "";


print "

";


Kode-kode tersebut akan membuat sebuah tampilan form pada layar browser user
Anda. Jumlah form untuk input file adalah sebanyak anda mendefinisikan variable
$jumlahfile di atas.



Rangkuman Kode



$jumlahfile = 2;


$file_dir = dirname(__FILE__)."/files/";


if ($_POST) {


for ($i=0;$i<$jumlahfoto;$i++) {


if (trim($_FILES['by']['name'][$i])!="") {


$newfile = $file_dir.$_FILES['by']['name'][$i];


move_uploaded_file($_FILES['by']['tmp_name'][$i], $newfile);


}


}


}


print "

";


for($i=0;$i<$ jumlahfile;$i++) {


print "
";


}


print " value="Upload">";


print "

";


?>



Kesimpulan.


Penjelasan ini merupakan penjelasan yang singkat dan tidak begitu memperhatikan
dari aspek keamanan dan besarnya sebuah file atau properti lain dari file itu
sendiri. Diharapkan dengan membaca artikel ini Anda dapat memodifikasinya kembali
dan menambahkan berbagai macam fungsi sehingga dapat berguna bagi proyek web
Anda. Saya sangat terbuka untuk berdiskusi mengenai PHP script.

Instalasi Apache, PHP dan MySQL di Windows 98

Sebenarnya Belajar PHP itu, paling enak kalo ada yang membimbing (ada gurunya
, les PHP, dsb) Tapi…., kalo yang lagi seret kantongnya, (like me) bisa
kok belajar secara Otodidak! Yang harus kamu persiapkan adalah :

1. Tentunya harus ada Softwarenya

2. Instalasi Software tersebut

3. Dan Editor yg membantu kamu belajar

4. OTAK yg nggak TellMi (jangan kayak gw yaaaa! Tellmi nya minta ampuuunn)

Nahhhhh sekarang kita menuju ke No.1 oke..??


1.Sebagai seorang Pemula dalam Pemrogramman PHP, Kita akan menggunakan PHPTriad
untuk belajar! PHPTriad adalah suatu software yg didalamnya sudah terdapat Bundled
PHP,Apache server, dan MySQL. Dan semua Settingan yg kamu perlukan untuk menjalankan
script2x PHP kamu udah disett Otomatis! PHPTriad bisa kamu dapatkan di www.download.com
|| www.sourceforge.net kalo belum Puas cari di SearchEngine seperti www.google.com


2. Nahhhhh Instalasinya Gampang…! Anda-anda semua pasti udah bisa Install
software di windows kan…? Tinggall Klik dobel, truss Ikutin petunjuknya.
(GAMPANNG…!)


Setelah instalasi selesai kamu coba nihhhhhh ketikkin di Mode DOS yaaaa

Di DOS kamu ketikkin gini… [kamu ada di C:] C:>cd apachehtdocs [enter]

Lalu ketikkin C:>edit coba.php [enter] untuk scripnya.., ketikkan gini nehhhh



phpinfo();

?>

save !

lalu buka browser kamu , ketikkin di alamat : localhost/coba.php [enter]

JREEEEENG kamu akan melihat Page-nya PHP! (itu kalo berhasil)


3. Editor disini, kamu bebas kok mau pake aja! Terserah dehhh mau pake NotePad-nya
Mikocok Windus ! ato yg lainnya.

Tapi…., sebagai seorang pemula, kamu saya sarankan pake sofware PHP editor
yg Sangat membantu kamu! Nggak neko neko dehhhh. Namanya PHPED. Kamu bisa cari
di CD-nya Neotek! Kalo kamu tinggal di Daerah Jakarta, kamu langsung aja Datengin
Kantornya! Aku nggak tau jelas dimana kantornya. Dan yg berada di luar jakarta,
kamu bisa download di Internet! Cari aja di SearchEngine ketikkin “Download
PHPED”

Kalo filenya Sa-GAJAH, kamu Split aja ! paling2x butuh 6 Disket.


5. Nahhh kalo yg Nomer 4 ini nggak perlu gw Jelasin dehhhh yaaaaaaa solanya
kemampuan otak masing masing orang kan beda-beda! Heheheheh ? ?


TROUBLESHOOTING MASALAH –MASALAH PADA SAAT INSTALASI MAUPUN SESUDAH INSTALASI

Masalah : “Lo..??? kok waktu instalasi keluar pesan “your TCP/IP
bla bla bla…. Is not Configure”

Penyelesaian: Kamu masuk ke Control Panel! Lalu klik dobel icon Network. Dan
pilih TCP/IP lalu klik Properties! Setelah itu , di Tab DNS configuration, yaitu
di Kolom Host kamu isi dgn localhost . dan di opsi domain kamu isi localhost
juga . Trussss setelah itu kamu bis aklik oke dan Kamu akan Diminta memasukkan
CD win98 kamu (itu kalo kamu pake win98!).


Masalah : “waktu aku ketikkin di Browser, localhost/file_aku.php

Kok nggak malah “The Page Cannot Be Displayed”

Penyelesaian: Itu Berarti WebServer belum diaktifkan! Caranya gini… klik
Start?Program? PHPTriad? apache console? klik start apache! Lalu ulangi script
kamu pasti mau…..


Ehhm gw kira segitu aja yang bisa gw Tulis sekarang! Mungkin dilain waktu
gw akan Nulis Tutorial yg lebih bagus lagi buat Pemula yg Pengen belajar PHP.

Artikel pengenalan template pada PHP dengan Smarty

Apakah Smarty itu? Smarty adalah engine template untuk PHP. Kalau lebih terperinci,
Smarty memberikan fasilitas untuk mengatur pemisahan logika aplikasi dan isi
dari presentasi. Hal ini digambarkan dengan baik di mana programmer aplikasi
dan desainer memiliki peran berbeda, di mana pada sebagian besar kasus bukan
merupakan orang yang sama. Sebagai contoh, misalkan Anda membuat halaman web
yang menampilkan artikel koran.

Judul artikel, author dan body merupakan elemen isi, mereka tidak mengandung
informasi bagaimana mereka akan direpresentasikan. Mereka ditransfer ke Smarty
oleh aplikasi dan template desainer mengedit template dan menggunakan kombinasi
tag HTML dan tag template untuk memformat presentasi dari elemen tersebut (tabel
HTML, warna latar, ukuran font, style sheet). Kemudian suatu hari programmer
perlu mengubah bagaimana isi artikel didapatkan. Perubahan ini tidak mempengaruhi
template desainer, karena isi artikel akan dapat diperoleh pada template seperti
sebelumnya. Lalu sama halnya apabila template desainer perlu merubah desain
maka logik aplikasi tidak perlu dirubah sama sekali,


Mekanisme unik dari Smarty adalah proses compiling template. Hal ini berarti
Smarty membaca file template dan membuat skrip PHP daripadanya. Sekali mereka
dibuat, mereka akan dijalankan sehingga tidak ada pemborosan waktu dan sumber
daya untuk parsing template untuk tiap request. Template juga dapat memanfaatkan
keunggulan PHP Compiler cache seperti Zend Accelerator atau PHP Accelerator.


Sebagian keunggulan dan fasilitas Smarty:

- sangat cepat

- efisien karena diproses seperti program PHP biasa oleh PHP Parser

- Tidak ada parsing template karena dikompilasi hanya sekali saja

- Pintar karena kompilasi ulang terjadi otomatis bila file template berubah

- Anda dapat membuat fungsi sendiri dan modifier variabel sendiri sehingga penggunaan
template dapat dikembangkan lebih luas

- Sintaks template yang dapat dikonfigurasi, Anda dapat menggunakan {}, {{}},


- Struktur if/elseif/else/endif dipass ke parser PHP sehingga ekspresi {if..}
dapat digunakan dalam bentuk sederhana maupun kompleks

- Tidak ada pembatasan section bertingkat

- Kita dapat menyisipkan kode PHP dalam file template, meskipun hal ini mungkin
tidak diperlukan

- Fasilitas built in caching

- Arbitrary template sources

- Fungsi penanganan cache yang dapat dibuat sendiri

- Arsitektur plugin

Minggu, 10 Mei 2009

MATLAB

BAB I

GUIDE

GUIDE atau GUI builDEr merupakan sebuah graphical user interface (GUI) yang dibangun dengan obyek grafis seperti tombol (button), kotak teks, slider, sumbu (axes), maupun menu. Sebagai contoh, ketika menggerakkan slider, maka kita dapat melihat perubahan sebuah nilai. Kemudian, ketika kita menekan tombol oK, maka aplikasi krta akan dijalankan.

Aplikasi yang menggunakan GUI umumnya lebih mudah dipelajari dan Digunakan karena orang yang menjalankannya tidak perlu mengetahui perintah yang ada dan bagaimana perintah bekerja.

1.1 Mengapa GUIDE Matlab

Sampai saat ini, jika kita membicarakan pemrograman berorientasi visual, yang ada di benak kita adalah sederetan bahasa pemrograman visual basic, delphi, visual c, visual Foxpro dan lainnya yang memang didesain secara khusus untuk itu. Matlab merintis ke arah pemrograman yang menggunakan GUI dimulai dari matlab versi 5, yang terus disempumakan hinggai sekarang Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya, GUIDE matlab banyak Keunggulan tersendiri antara lain:

· GUIDE matlab banyak digunakan dan cocok untuk aplikasi-aplikasi berorientasi sains, sehingga banyak peneliti atau mahasiswa, baik S1, S2, maupun S3, menggunakan GUIDE matlab untuk menyelesaikan riset atau tugas akhimya

· Matlab memelilki banyak fungsi built in yang siap digunakan dan pemakai tidak perlu repot membuatnya sendiri.

· Ukuran file, baik FIG-flle maupun M-file, yang dihasilkan relatif kecil.

· Kemampuan grafisnya cukup andal dan tidak kalah dibandingkan bahasa pemrograman lainnya.

1.2 Memulai GUIDE

Untuk memulai penggunaan GUI matlab, kita dapat melakukan dengan dua cara, yaitu:

· Melalui command matlab kita ketikkan >>guide atau

· Klik tombol Start Matlab dan pilihlah MATLAB, lalu pilih GUIDE (GUI Builder).


Gambar 1.1 Memulai GUIDE

Selanjutnya, kita dibawa ke sebuah kotak dialog pilihan GUIDE Quick Start.


Gambar 1.2 GUIDE Quick Start

Ada dua buah pilihan, yaitu Create New GUI dan Open Existing GUI.

1.2.1 Create New GUI

Kita dapat memilih Create New GUI jika memang belum pemah membuat aplikasi GUI matlab atau memang ingin membuat sebuah figure baru. Menu Create New GUI akan memberikan kita beberapa pilihan GUIDE template. Keuntungannya menggunakan GUIDE template adalah dapat membuat aplikasi Gui menjadi lebih cepat dan mudah karena sudah tersedia beberapa bentuk GUI. Pada GUIDE template bisa memilih:

a. BlankGUI (Default)

Blank GUI merupakan sebuah GUI dengan figure kosong. Kita dapat mengatur sendiri komponen yang kita butuhkan sesuai dengan aplikasi yang kita buat. Blank GUI menrpakan kondisi default dari GUIDE dan dipilih jika kita memang akan membuat sebuah aplikasi dengan komponen yang layout-nya tidak terdapat pada GUI template yang lain.


Gambar 1.3 Menu utama GUIDE

Kita dapat memanfaatkan beberapa fasilitas yang ada pada Blank GUI antara lain component palette untuk mendesain uicontrol yang kita butuhkan seperti pushbutton, slider, frame, radio button, dan sebagainya. Kita dapat pula menggunakan figure resize tab untuk melebarkan atau

memperluas layout figure. Kemudian, kita dapat memanfaatkan beberapa tool yang disediakan seperti alignment tool untuk merapikan layout Menu editor untuk membuat fasilitas menu pulldown, M-file editor untuk membuka editor M-fiIe, serta property inspector untuk mengatur property setiap uicontrol.

b. GUI with Uicontrols

Dengan GUI with Uicontrols, kita dapat membuat aplikasi Matlab dengan beberapa kontrol, misalnya frame, radiobutton, pushbutton, edit text, dan lainnya. Jika berencana membuat aplikasi dengan layout yang mirip gambar di atas, maka kita dapat memilih template ini. Selanjutnya beberapa properti yang ada dapat diatur kembali sesuai aplikasi kita.


Gambar 1.4 GUI dengan UIcontrol

c. GUI With Axes And Menu


Gambar 1.5 GUI dengan Axes dan Menu

Dengan GUI with axes and manu, kita lebih mudah membuat plot berbagai bentuk data yang divisualisasikan dalam sebuah axes.

d. Modal Question Dialog


Gambar 1.6 Modal Question Dialog

Template Modal Question Dialog merupakan sebuah template dengan kotak dialog sebagai konfirmasi untuk menutup sebuah aplikasi. Kita dapat menggunakan template untuk mengakhiri sebuah aplikasi dan untuk menghindari penutupan aplikasi secara tidak sengaja yang dapat membawa dampak kerugian hilangnya sebuah informasi.

1.2.2 Open Existing GUI

Jika kita sudah memiliki file figure matlab atau akan memodifikasi file figure, maka kita dapat menggrurakan pilihan Open Existing GUI Kita hanya tinggal melakukan browse untuk mencari lokasi file figure. Jika menggunakan pilihan, maka kita akan mendapatkan tampilan kotak dialog sebagai berikut:


Gambar 1.7 Open Existing GUI

Jika melakukan browse, maka akan memperoleh tampilan:


Gambar 1.8 Browse pada Open Existing GUI

Misalnya akan membuka file figure watermaking.fig maka hasilnya adalah:

Gambar 1.9 figure watermaking.fig

1.3 Membuat GUI dengan Matlab

MATLAB mengimplementasikan GUI sebagai sebuah figure yang berisi berbagai style obyek kontrol user interface (uicontrol). Selanjutrya, kita harus memprogram masing-masing obyek agar dapat bekerja ketika diaktifkan oleh pemakai GUI.

Ada dua hal mendasar yang harus dikerjakan untuk membuat aplikasi GUI, yaitu:

· Mengatur layout komponen GUI dengan uicontrol.

· Memprogram komponen GUI agar dapat bekerja seperti yang diharapkan.

GUIDE merupakan himpunan tool layout. GUIDE menghasilkan pula suatu m-file yang berisi kode program untuk menangani inisialisasi dan menjalankan GUI. Kemudian, m-file menyediakan suatu kerangka untuk implementasi callback, yaitu fllrgsi yang bekerja ketika para pemakai mengaktifkan suatu komponen di dalam GUI.

1.3.1 Mengatur layout Komponen GUI.

Setelah kita membuka GUIDE matlab dan menentukan apakah menggunakan blank GUI atau template GUI, langkah selanjutrya adalah mendesain figure (form dalam visual basic) dengan menggurlakan komponen palet seperti pushbutton, slider, static text, edit text, frame, radio button, dan sebagainya. Selanjutrya, kita dapat mengatur layout masing-masing komponen, baik string (caption), tag (name), font, maupun color, dengan menggunakan property. Jika kita telah selesai mendesain, maka langkah berikutrya adalah menylmpan figure ke dalam matlab, yang secara default akan maryimpan dengan file berekstensi *.fig. Dari sini, matlab secara otomatis pula akan mernbuatkan sebuah m-file dengan nama sama.

1.3.2 Memprogram K omponen GUI

M-fiIe, yang telah dibuat pada langkah di atas, akan otomafis terbuka dan kita harus memprogranmya agar komponen dapat bekerja secara simultan. Jika kita tidak dalam posisi kali pertama menyimpan *.fig, maka harus membuka sendiri m-fiIe. Untuk membuat program pada m-fiIe, kita cukup memperhatikan fungsi-fungsi matlab bertanda callback di mana perintah disisipkan. Jadi secara sederhana sebenarnya GUI matlab dapat dibentuk oleh dua buah file yaitu fig-file dan m-file.

Hubungan antara GUI, callback dan uicontol dapat dilihat pada gambar dibawahi ini.


Gambar 1.9 Hubungan GUI, Callback dan UIcontrol

1.4 Fitur-fitur GUIDE

Dalam membuat aplikasi GUI, GIJIDE akan membuat kerangka kerja m-file secara otomatis langsung dari layout kita. K ita dapat menggunakannya untuk membuat kode aplikasi M-fiIe. Metode ini memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

· M-file berisi kode yang mengimplementasikan sejumlah fitur.

· M-file mengadopsi suatu pendekatan efektif yang menangani object handle dan menjalankan rutin callback.

· M-file menyediakan suatu manajemen data global.

Prototipe sebuah subfungsi secara otomatis akan disisipkan pada rutin callback.

Memilih aplikasi GUIDE

Perintah GUIDE dari command matlab akan menampilkan layout editor berupa figure kosong. Sebelum menambahkan komponen ke dalam layout editor, kita seharusnya mengatur GUI menggunakan GUI options dengan memilih GUI Options dari menu Tools pada layout editor.

Mengatur konfigurasi aplikasi M-file

Dialog GUI Option memungkinkan kita mengatur konfigurasi aplikasi M-file seperti yang kita inginkan. GUIDE dapat membuat hanya file *.FIG atau keduanya, file *.FIG maupun *.M.


Gambar 1.10 GUI Options

Pada kotak dialog GUI options, ada beberapa pilihan, antara lain:

a. Resize behavior

b. Kita dapat mengontrol apakah user dapat mengubah ukuran jendela Figure yang berisi GUI kita dan bagaimana matlab mengendalikan perubahan Ukuran jendela Figure. GUIDE menyediakan tiga pilihan, yaitu:

· Non-resizeable

User tidak dapat murgubah ukuran jendela Figure (default).

· Proportional

Matlab secara otomatis akan menskalakan kembali komponen GUI pada ukuran jendela Figure yang baru secara proporsional.

· User-specified

User dapat mengubah ukuran jendela Figure secara spesifik seperti yang diharapkan.

c. Command-Line accessibility

Kotak dialog GUI Options memiliki tiga pilihan untuk mengontrol akses user yaitu:

· off

Mencegah akses baris perintah ke figure GUI (default).

· on

Memungkinkan untuk mengakses baris perintah ke figure GUI.

· User-specified

GUI menggunakan nilai kita pada properti Handle Visibility dan Integer Handle

d. Mengatur GUI Options

· Generate .fig file and .m file

Secara otomatis GUI akan membuat dua buah file (*.fig dan *.m).

· Generate .fig file only

Jika kita memilih Generate .fig file only pada kotak dialog GUI Options, maka artinya kita tidak menginginkan GUIDE untuk membuat m-fiIe. Oleh karena itu, ketika kita menyimpan GUI dari layout editor, GUIDE hanya membuat sebuah file figure (fig-file) yang dapat kita tanpilkan kembali dangan menggunakan perintah open atauhgload.

-oo0oo-

BAB II

KOMPONEN GUIDE

Untuk membuat sebuah user interface matlab dengan fasilitas GUIDE, kita harus mulai dengan membuat desain sebuah figure. Untuk membuat sebuah desain figure, kita dapat memanfaatkan uicontol (kontrol user interface) yang telah terjadi pada editor figure. Banyak sekali kontrol user interface yang ada pada matlab, yaitu:

a. Pushbutton

b. Togglebutton

c. Radio button

d. Checkboxes

e. Edittext

f. Static text

g. Slider

h. Frames

i. Listboxes

j. Popupmenu

k. Axes


Gambar 2.1 Komponen UIControl

2.1 Pushbutton

Sebuah pushbutton merupakan jenis kontol berupa tombol tekan yang akan menghasilkan sebuah tindakan jika diklilk misalnya tombol OK , CANCEL, dan lainnya. Untuk menampilkan tulisan yang berada pada pushbutton, kita dapat mengatur melalui properly inspector dengan mengklik obyek pushbutton pada figure, lalu mengklik toolbar property inspector atau menggunakan klik kanan dan pilih property inspector. Selanjutnya istilah tab String dengan label yang kita maksudkan misalnya Proses atau yang lainnya


Gambar 2.2 Pushbutton

2.2 Toggle Button

Toggle button menghasilkan efek yang hampir sama dengan pushbutton. Perbedaannya adalah saat pushbutton ditekan, maka tombol akan kembali pada posisi semula jika tombol mouse d ilepas. Sebaliknya pada toggle button tombol tidak akan kembali ke posisi semula, kecuali kita menekannya kembali.


Gambar 2.3 Toggle Button

2.3 Radio Button

Radio button mirip dengan tombol checkbox. Pada radio button. Kita hanya dapat memilih atau menandai satu pilihan dari beberapa pilihan yang ada. Contoh aplikasi radio button adalah ketika kita membuat aplikasi Konversi suhu. Suhu awal dalam derajat Celcius diinputkan dan selanjutnya kita akan memilih untuk mengkonversi suhu Celcius ke Reamur, Fahrenheit, atau Kelvin.


Gambar 2.4 Radio Button

2.4 Checkboxes

Kontrol checkbox menghasilkan suatu tindakan ketika diklilq yaitu berupa tanda atau status. Checkbox berguna jika kita ingin menyediakan sejumlah pilihan mandiri yang tidak tergantung pada pilihan lainnya. Untuk menandai apakah sebuah checkbox telah ditandai atau tidak, kita dapat melihat pada value property,yaitu masing-masing bemilai 1 dan 0. Contoh checkbox adalah ketika kita diminta memilih hobi. Karena hobi umunmya bisa lebih dari satu, kita bisa mengklik lebih dari satu obyek checkbox.


Gambar 2.5 Checkboxes

2.5 Edit Text

Konfrol edit text merupakan sebuah tempat yang memungkinkan kita memasukkan atau memodifikasi text. String properfy berisi teks yang akan memunculkan pada kotak edit text. Kemudian, edit text bermanfaat pula untuk menginputkan suatu data dari keyboard. Sebagai contoh, kita memiliki aplikasi untuk menentukan luas dan keliling sebuah lingkaran. Kita akan menyajikan input dan output dari edit text.


Gambar 2.6 Edit Text

2.6 Static Text

Kontrol static text akan menghasilkan teks bersifat statis (tetap), sehingga pemakai tidak dapat melakukan perubahan padanya. pada static text, kita dapat mengatur teks dengan beberapa fasilitas, antara lain jenis dan ukuran font, wama justifikasi (Ieft, center, right), dan lain-lain. Kita dapat memodifikasi semumya melalui property inspector. Kita dapat melihat contoh static text

pada Gambar 2.6.

2.7 Slider

Slider merupakan komponen GIII yang dapat bergeser secara horizontal maupun vertikal. Berbeda dengan bahasa pemrograman lain seperti VB yang memiliki scroll (penggulung) horizontal dan vertikal secara terpisah, matlab hanya memrliki sebuah slider. Namun, dengan sebuah slider kita dapat mengatumya menjadi slider horizontal atau slider vertikal dengan mendrag mouse sesuai dengan keinginan kita. Slider digunakan jika kita menginginkan inputan yang tidak dilakukan dari keyboard. Dengan menggunakan slider, kita lebih fleksibel dalam melakukan pemasukan data karena kita dapat mengatur sendri nilai-nilai maksimum, minimum, atau sliderstep, dan sebagainya

Gambar 2.7 Slider

2.8 Frames

Frame merupakan kotak tertutup yang dapat kita gunakan untuk mengelompokkan kontrol yang berhubungan, kecuali axes. Tidak seperti kontrol lainnya, frame pada matlab tidak memiliki rutin callback. Frame ibarat kertas buram. Dengan demikian, jika kita menambahkan sebuah frame setelah mendesain kontol lain, maka kontol akan tertutup oleh frame. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan Bring to Front atau Send to back untuk memunculkan kontrol.


Gambar 2.8 Frames

2.9 Listboxes

Kontrol listbox menampilkan semua daftar item yang terdapat pada String property dan membuat kita dapat memilih satu atau lebih item yang ada. Value property berisi indeks yang dihubungkan dengan daftar item yang dapat dipilih. Jika kita memilih item lebih dari satu, maka nilai yang dikirimkan merupakan sebuah vektor. indeks-indeks item sebuah listbox merupakan bilangan bulat, di mana item pertama diberi indeks 0, item kedua diberi indeks l, dan seterusnya. Berikut adalah contoh aplikasi Listbox:


Gambar 2.9 Listbox

2.10 PopupMenu

Popup menu mernbuka tampilan daftar pilihan yang didefinisikan pada String Property ketika kita mengklik tanda panah pada aplikasi. Ketika tidak dibuka, popup menu hanya akan menampilkan satu item yang menladi pilihan saat ini, yang ditentukan oleh sebuah indeks berisi Value Properfy. Item pertama pada String Property sebuah popup menu akan diberi nilai 1, item

berikutnya diberi nrlai 2, dan begrtu seterusnya. Popup menu sangat bermanfaatketika kita ingin memberi pemakai sebuah pilihan atau altemattf tanpa jarak, tidak seperti radio button. Contoh pemakaian popup menu dapat dilihat pada gambar berikut:


Gambar 2.10 PopupMenu

2.11 Axes

Dengan axes, kita dapat membuat aplikasi yang dapat digunakan urtuk menampilkan sebuah grafik atau gambar (image). Axes sebenamya tidak termasuk golongan user interface control, tetapi axes dapat diprogram agar pemakai dapat berinteraksi dengan axes dan obyek grafik yang dapat ditampilkan melalui sebuah axes. Berikut adalah conioh aplikasi yang menggunakan axes.


Gambar 2.11 Axes

-oo0oo-

BAB III

DESAIN APLIKASI GUI

Bab sebelumnya telah memperkenalkan kita pada macam-macam komponen uicontol yang meliputi pushbutton, static text, edit text, axes, popup menu, slider, dan sebagainya Selanjutrya, pada Bab 3 kita akan mengaplikasikan komponen dengan membuat sebuah desain GUI.

3.1 Membuka Figure

Untuk membuat sebuah desain GUI, kita dapat memulainya dangan mengklik tombol Start Matlab dan memilih MATLAB, lalu mengklik GUIDE (GUI Builder) atau dari command matlab, kita ketikkan:

>>guide

Maka, kita akan mendapatkan sebuah kotak dialog GUIDE Quick Start yang memiliki beberapa pilihan. Pilihlah Blank GUI (default) agar menampilkan jendela layout figure GUI.


Gambar 3.1 Figure

3.2 Align Object

Dalam membuat desain aplikasi, kita sangat memerlukan kerapian antarobyek agar menghasilkan desarn aplikasi yang cantik. Untuk mengatur obyek agar memiliki jarak atau spasi, baik secara verlikal maupun horizontal, GUIDE rnenyediakan fasilitas align objects yang diperlihatkan gambar benkut:


Gambar 3.2 Align Object

3.3 Grid dan Ruler

Selain align objects, GUIDE matlab menyediakan pula fasilitas grid dan ruler (obyek penggaris tepi). Untuk mengaktifkannya, kita bisa mengklik menu tools, lalu memilih grid and ruler agar muncul kotak dialog Grid and Ruler.


Gambar 3.3 Grid dan Ruler

3.4 Property Inspector

Properfy inspector bukanlah sebuah kontrol dari GUL Justru property inspector inilah yang memungkinkan kita memodifikasi atau mengahr semua properti untuk satu atau lebih insftumen obyek kontol atau komponen. property inspector menyediakan semua kebutuhan yang dapat dilakukan untuk mengatur obyek dan menampilkan semua nilai yang aktif saat ini. Kita dapat

melihat properti yang telah diatur pada sederetan daftar di dalamnya. Daftar terhubung dengan sebuah perangkat yang ada pada monitor.


Gambar 3.4 Properti Inspector

-oo0oo-

BAB IV

CONTOH APLIKASI

Bab IV berisi beberapa contoh yang menggambarkan teknik+eknilq yang bermanfaat dalam mengimplementasikan GUI. Setiap contoh moryediakan aplikasi sesungguhnyab, aik dalam bentuk figure GUI, dalam bentuk FIG-file pada layout editor GUIDE, maupun aplikasi M-file yang dapat dilihat pada editor matlab. Beberapa contoh yang diberikan adalah:

· Kotak dialog untuk konfirmasi sebuah aplikasi

· Axes untuk menggambar grafik fungsi kuadrat

4.1 Kotak Dialog untuk Konfirmasi Sebuah Aplikasi

Contoh berikut mengambarkan bagaimana menampilkan sebuah kotak dialog ketika kita akan menutup sebuah aplikasi GUI. Tujuan kotak dialog adalah memberikan konfirmasi kepada user apakah benar-benar akan menutup aplikasi GUI-nya atau tidak.

Kita tentu ingin melindungi program aplikasi dari aktivitas penutupan aplikasi, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Manfaatnya adalah manghindari hilangnya informasi berharga yang telah kita dapatkan. Untuk mengantisipasinya, kita memerlukan sebuah dialog yang dipakai sebagai konfirmasi sebelum menutup sebuah aplikasi.

Untuk membuat aplikasi, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:

· Masuklah ke GUIDE.

· Pilih Blank GUI (Default) agar kita dibawa ke figure kosong.

· Buatlah sebuah pushbutton, kemudian atur property string-nya dengan mengklik kanan pilihan Property Inspector dan mengisi dengan ' Tutup'.


Gambar 4.1 Property Inspector Pushbutton

· Buatlah sebuah static text dan isikan properly String dengan 'Contoh Untuk Menutup Aplikasi'.


Gambar 4.2 Property Static Text

· Selanjutrya, atur property name pada figure dengan kata 'Aplikasi'.

· Maka, kita akan memperoleh bentuk figure sebagai berikut:


Gambar 4.3 Desain Figure aplikasi

· Kemudian, simpanlah figure. misalnya dengan nama menutup_aplikasi.fig. Ingat bahwa saat kita menyimpan fig-file secara otomatis kita pun akan diberikan sekaligus disimpankan sebuah m-file dengan nama yang sama.

· Akibat langkah sebelumnya, maka saat ini kita akan mendapakan sebuah m -file yang otomatis terbuka di layar editor.

· Selanjubrya kita harus melengkapi m-file pada rutin callback-nya.

· Carilah rutin callback untuk komponen pushbutton1 dan tambahkan beberapa baris program, sehingga menjadi sebagai berikut:

Questdlg merupakan sebuah frurgsi matlab yang berfungsi memanggil kotak dialog modal yang berisi dua pushbutton, yaitu ya atau tidak Selanjutaya, jika kita mengklk salah satu pushbutton, maka akan dibandingkandengan fungsi strcmpQ. Jika tidah maka kita akan dibawa kembali ke

figure semula. Jika ya, maka statemen delete(hand1es.figure) akan dikerjakan dan mengakibatkan figure yang akif saat ini akan dihapus.

Selanjutrya, kita dapat kembali ke layout editor untuk menjalankan program aplikasi dengan mengklik tombol panah atau dan menu Tools dengan mengklik Run sehingga kita akan memperoleh hasil sebagai berikut:


Gambar 4.4 Tampilan Aplikasi Jika dijalankan

4.2 Axes untuk Menggambar Grafik Fungsi Kuadrat

· Bukalah sebuah figure kosong GUIDE, lalu buatlah beberapa kontrol dargan komponen berikut:


Dengan demikian akan mendapatkan hasil figure seperti berikut:


Gambar 4.5 Desain Figure Aplikasi

Jika sudah lengkap dan kita sudah mengatur semua property yang diberikan, maka simpanlah figure misalnya dengan nama contoh_axes.fig. Kemudian, bukalah m-filenya dan tambahkan beberapa kode program pada fungsi pushbuttonl-callback.



Statemen min: str2double(get(handles.editl,'string')); digunakan untuk menangkap nilai string pada kotak edit1 yang dikonversi ke numerik dan dimasukkan ke variabel min, dan demikian pula untuk nilai max. Kemudian, kita membuat sebuah rentang nilai x sebagai variabel bebas dari min sampai max dengan penambahan 0.1. Selanjutnya, hitunglah nilai y sebagai variabel terikat dengan formula y: x.^2. Hal ini sebenamya tidak lain adalah fungsi kuadratnya. Kita dapat pula

mengubah formula jika ingin membuat fungsi yang berbeda, misalnya y = x.^3 atau yang lainnya. Untuk menampilkan grafik persamaan kuadrat ke sebuah axes, kita harus mengatur agar axes yang aktif adalah axesl dengan menggunakan statemen axes(handles.axesl), lalu statement plot(x,y).

Simpan kembali m-file dan kembalilah ke figure untuk menjalankan aplikasinyaM. isalnya, kita memberikanb atasan min= - 4 dan max=4, maka kita akan memperoleh:


Gambar 4.6 Tampilan Aplikasi Fungsi Kuadrat

-oo0oo-

BAB V

MENU GUI

Dalam GUI, matlab memungkinkan kita membuat menu. Dengan menggunakan menu, program kita akan terasa lebih terorganisasi. Kemudian, pemakai akan merasa lebih enjoy karena mereka merasa terbimbing dalam menjalankan aplikasi.

Ada dua jenis menu yang disediakan oleh GUIDE, yaitu:

· Menu bar

Menu bar maupakan menu GUI matlab yang ditampilkan pada figure dan terletak di atas seperti halnya menu pulldown. Pada menu bar, kita dapat menempatkan menu utama di bagian atas, kemudian submenu di bawahnya. Selanjutrya, kita pun masih bisa menernpatkan submenu lain yang lebih bawah.

· Contextmenu

Meru yang akan ditampilkan jika kita mengklik kanan mouse pada obyek grafis.

Kita dapat melihat contoh aplikasi menu pada Gambar 5.1.

Kita dapat membuat kedua jenis menu di atas, baik menu bar maupun menu context melalui menu editor. Klik menu Tools, lalu pilih menu editor, sehingga akan muncul kotak dialog menu seperti Gambar 5.2.


Gambar 5.1 contoh apliokasi dengan Menu


Gambar 5.2 Menu Editor

5.1 Menu Bar

Untuk membuat menu, kita harus mempersiapkan nama-nama menu sekaligus masing-masing menu item-nya. Setiap menu item dapat memiliki submenu dan setiap item dapat memiliki submenu lagi, begitu seterusnya

Misalnya, kita akan membuat menu sebagai berikut:


Maka, langkah awal yang kita lakukan adalah membuka Menu Editor, baik melalui toolbar Menu Editor maupun dari menu Tools dan pilih Menu Editor. Kemudian, kliklah Create a new menu, sehingga akan tampil kotak dialog sebagai berikut:


Gambar 5.3 membuat menu dengan menu editor

Kliklah Untitled 1, lalu isikan nama menu pertama, yaitu File pada kotak label serta nama rutin callback-nya pada kotak tag. Selanjutlya, kita akan menjumpai tampilan sebagai berikut:


Gambar 5.4 label dan Tag pada menu Editor

Kotak dialog callback terisi %oautomatic, berarti pada m-file-nya nanti nama callback akan dituliskan secara otomatis sesuai dengan nama tag-nya.

Kemudian, untuk membuat menu item dari menu File, langkah-langkah yang diperlukan adalah:

· Klik menuFile

· Klik menu item

· Selanjutnya, klik Untitled 2 dan isikan nama item-nya, yaitu Buka, pada kotak label dan nama rutin callback, misalnya file buka pada kotak tag.

Begitu seterusnya, sehingga semua menu item yang ada di bawah menu telah terbuat. Kita harus melakukan langkah yang sama pada pembuatan dua manu berikutrya, yaitu menu proses dan Help. Dangan demikian, jika kita sudah melakukan semuanya, maka akan mendapatkan hasil sebagai berikut:


Gambar 5.5 Menu dan Submenu

Selanjutnya, jika kita menjalankanya, maka hasil yang diperoleh sebagai berikut:


Gambar 5.6 Tampilan aplikasi dengan menu

Kita dapat melihat bahwa antara menu item Cetak dan Keluar terdapat gans pemisah yang dapat kita lakukan dengan mengklik checkbox Separator above this item.

5.2 Context Menu

Context menu akan ditampilkan jika pemakai melakukan klik kanan pada sebuah obyek. Melalui Menu Editor, kita dapat mendefinisikan context menu dan menggabungkannya dengan obyek-obyek.

Semua item di dalam context menu adalah bagian context menu yang tidak akan ditampilkan pada figure menu bar. Untuk mendefinisikan menu induk pilihlah New Context Menu dari toolbar Menu Editor.

Untuk menambahkan item-item ke dalam sebuah context menu, kita dapat menggunakan New Menu Item pada toolbar Menu Editor. Selanjutrya, masukkan label dan rutin callback masing-masingp adak otak tag dan callback.

Kemudian, untuk menghubungkan contex menu ke sebuah obyek kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:

· Pilihlah sebuah obyek pada layout editor yang akan kita berikan context menu.

· Gunakan property inspector untuk mangatumya melalui UlContexMenu dan pilihlah yang sesuai.

· Tambahkan sebuah fungsi rutin callback pada m-file untuk masing-masing callback. Fungsi rutin callback nantinya akan mengeksekusi ketika kita memilih item context menu.

-oo0oo-